Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

[Hey apa kabar ?] #merapikan3

  Hey.. apa kabar? Sudah lama tidak bertegur sapa dan bercerita.    Aku kembali teringat malam itu, malam tanpa sinar bulan yang kau suka karena kau bilang bintang akan lebih kelihatan bersinar.    Mau kah kau sejenak keluar untuk melihat keadaan langit malam ini? Malam ini tidak ada bintang. Jadi, langit sedang kosong hari ini. Dan kau tahu ? Langit itu sedang gelisah. Ia terlalu percaya diri kala itu, hingga ketika sudah tiada ia baru tersadar. Bahwa tanpa bintang ia bisa apa ?    Kau mengerti maksudku? Bahwa setiap yang hilang akan dicari, dan setiap yang pergi akan dirindukan, itu sudah hukum alam. Dan jika aku pergi suatu hari nanti, anggap saja hari itu aku sedang ingin kau rindukan. *sembari ku habiskan sisa teh tawarku malam ini*    Fikiran ku tadi membuatku mengingat kembali awal pertemuan itu. Temu yang dimana awal ia beranjak menjadi rindu. Sewaktu rindu ia melangkah menjadi candu. Dan sewaktu candu, kau pergi tinggalka...

[ Cinta, Maaf aku gagal] #merapikan2

"Hei.."  tegurnya sambil menepuk pundak ku "Aku sudah bosan"  katanya dengan menatap serius "Mengapa ? Bukannya kita sudah berkomitmen tentang hal ini?  Tanyaku "Sudahlah lupakan saja" hendak ingin pergi "Aku mengundang mu kembali kehati ini kapanpun kau mau" ku coba meraih tangannya untuk ku genggam "Tidak perlu!" Dia menepisnya "Aku mungkin sudah menemukan hati yang layak untuk aku kunjungi" Aku tertegun sambil menulan ludah sendiri "Tapi aku mencintaimu" "Aku inginkan yang nyata bukan hanya yang mampu mengirimkan butiran kata" Lamunanku buyar "Baiklah, terima kasih" senyum kecilku simbolkan   Lagi lagi aku gagal dalam hal ini, hal yang sama sekali aku tidak kuasai. Apa ada lagi hal bodoh yang lain yang tidak bisa aku kuasai?? Tidak! Cuma ini. Ya, cinta sekali lagi aku gagal.   Seandainya besok dalam tidurmu kau menemukan angin mengetuk jendela kamarmu tolong jangan kau...

[ Kopi dan kamu ] #merapikan1

  Perkenalkan namaku Hutama, selamat membaca di tulisan pertamaku di blog ini, dan aku suka minum kopi ntah mengapa saat ku menghirup aromanya saja hati ini terasa tenang bagaikan hati yang murung baru terhibur kembali. Sangkin sukanya aku, sampai membuat fana bahwa ada hal yang lebih indah lagi di dunia ini.   Sampai datanglah kamu ke kehidupanku dan saat itu satu persatu kalimat mulai terbentuk menjadi suatu kalimat, lalu tersusun sebagai alinea untuk menceritakan semua rasa kagumku kepadamu yang tak pernah kau perdulikan. Miris ketika membayangkan orang sepertiku harus sedih ketika dihadapkan kepada penolakanmu yang teramat kejam, masuk tanpa permisi menuju nurani, sedih tak pernah ku ratapi.   Mungkin aku terlalu bodoh untuk memilihmu, mungkin aku akan kembali kepada pilihan lama ku untuk lebih memilih secangkir kopi yang nikmat dari pada secangkir harapan palsu darimu. Tapi, ntah mengapa aku selalu memikirkan dan hatiku selalu memilihmu, mungkin aku terlalu percay...